Jumat, Januari 13, 2012

Besok Hujan Duit, Lho...

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu aku kehujanan di jalan. Tidak seperti kebanyakan orang yang tidak suka kehujanan, aku benar-benar suka kehujanan. Aku suka hujan-hujanan terutama saat pulang menuju rumah, jadi kehujanan-nya tidak mengganggu aktivitas.

Selain, menyenangkan, ternyata hujan-hujanan saat naik motor juga bisa bikin hemat uang, karena motor yang tadinya kotor bgt bisa jadi (agak) bersih. Asalkan kita tidak lewat jalanan berlumpur, air hujan dan air genangan di jalan bisa (sedikit) membersihkan motor, jadi tidak usah ke tempat pencucian motor (dasar pelit..!).Intinya, aku benar-benar suka hujan-hujanan sambil naik motor. Aku bisa ketawa-ketawa sendiri, nyanyi-nyanyi sampai goyang patah-patah di atas motor (yang ini jelas mustahil).


Setelah sampai di rumah,aku buka komputerku. Bermaksud untuk membagi peristiwa kehujanan tadi di media sosial, aku malah menemukan banyak yang tidak suka dengan hujan. Alasan mereka bermacam-macam. Ada yang
tidak suka dingin, terhambat aktivitasnya, sampai takut kebanjiran. Dari semua kegalauan karena hujan itu, bahkan ada yang sampai mencela hujan.. Astaghfirullah..

Biasanya, orang yang benar-benar membenci hujan, karena mereka menyalahkan hujan yang menyebabkan banjir. Padahal, banjir tidak semata-mata karena hujan. Ada faktor lain, yang justru disebabkan ulah manusia sendiri. Baru tahu rasa dia, kalau tidak dikasih hujan dalam jangka waktu yang lama...

Ada satu status soal hujan, yang sering muncul di media sosial. Kira-kira bunyinya begini
Hujan terus... Coba hujan duit. Pasti enak..!
Anda pasti pernah menemukan hal yang seperti itu di media sosial, baik itu facebook ataupun twitter. Jangan-jangan justru Anda juga pernah menulis begitu (ayo ngaku...!). Biasanya lagi, status yang seperti itu diikuti komentar-komentar yang juga berkhayal betapa enaknya kalau besok hujan duit. Mulai dari tidak harus kerja setiap hari, sampai bisa beli apapun yang diinginkan.


Actually, it's not as nice as it sounds
Bayangkan aja, kalau besok hujan duit!
Kita tidak masuk kerja sudah banyak duit. Siang hari kita merasa lapar, kemudian ke warung sebelah untuk beli makan siang, ternyata Bu Lek nasi goreng sebelah tidak jualan, karena dia sudah banyak duit. Terus naik motor untuk ke warung lainnya. Di tengah jalan bensin habis, mau cari penjual bensin, tidak ada satu pun penjual bensin yang jualan, karena mereka sudah banyak duit. Sampai di warung, warungnya tidak buka karena yang jualan sudah banyak duit. begitu seterusnya. Mungkin ada yang jualan nasi kuning hari itu, tapi harganya pasti jadi Rp. 2 juta per bungkusnya. Uang kita jadi tidak berharga karena udah ada di mana-mana.

Memang, kedengarannya hampir mustahil untuk kejadian seperti yang saya tulis di atas untuk menjadi kenyataan. Tapi sesungguhnya, hal seperti itu benar-benar terjadi di kehidupan nyata, hanya saja dalam skala yang jauh lebih kecil. Bukan hujan duitnya, tapi penurunan nilai uangnya. Dalam istilah ekonomi, hal seperti ini disebut inflasi.

Di negara kita saat ini, inflasi terjadi kurang dari 10% per tahunnya, ini berarti kita mengalami inflasi ringan. Bayangkan kalau inflasi terjadi lebih dari 100%. Itu artinya harga semua barang naik jadi dua kali lipat.

Pernahkah Anda dengar tentang inflasi di negara Zimbabwe? Di sana inflasi terjadi sebesar 2,5 juta%!! Di berita yang saya baca di internet, konon katanya ada pedagang yang menghitung uang kertasnya bukan dengan menghitung nominalnya, tetapi dengan menimbang beratnya. Padahal di sana tidak ada hujan duit, lho. So, be careful what you ask for...


Mulai sekarang syukuri saja hujan air itu. Jangan pernah mengharapkan hujan duit, dan mudah-mudahan doa saya di bawah ini bisa terwujud:
Alhamdulillah, hari ini hujan. Mudah-mudahan besok hujan duit, tapi hujan duitnya cuma di atas rumahku aja. Amin.

Terima Kasih sudah mengunjungi dan berkomentar. Komentar Anda akan segera ditanggapi. Boleh komentar basa-basi asal masih ada hubungannya dengan isi tulisan... :p
Terus kunjungi iyud89.blogspot.com ya....!
(komentar anonim akan dihapus)

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)