Sabtu, Desember 31, 2011

Love at The First Sight

Barusan baca tulisan Poconggg tentang jatuh cinta, aku jadi teringat salah satu ide posting ku tentang tema ini. Dulu banyak ide tentang tema yang aku pengen tulis di blog, tapi semua berubah ketika negara api menyerang (Walah, maniak Avatar..!!!).

Kali ini yang mau aku bahas adalah “Love at The First Sight”. Bagi kalian yang bahasa Inggris-nya gak sebagus aku, (preeeet, sombong kamu Yud!) aku kasih informasi; itu artinya “Cinta pada Pandangan Pertama”.

Ungkapan ini pertama kali aku dengar pada saat.... kapan ya? Udah lupa. Yang pasti waktu aku dengar ungkapan ini aku udah bisa baca. Mungkin umuran SD gitu deh (Wah.. Ratusan tahun yang lalu dong, Yud..!!). Dari semua tulisan, apakah itu cerita pendek, artikel atau apapun yang ditulis, ungkapan ini digambarkan sebagai sesuatu yang

sangat indah dan menawarkan manisnya asmara (Duh, bahasamu sok puitis Yud!).Bukan cuma tulisan, tapi juga semua cerita film dan sinetron juga menawarkan nuansa yang sama tentang ungkapan ini. Kalau kalian pernah nonton film Romeo and Juliet yang versi Leonardo DiCaprio, di situ ada adegan Romeo ketemu Juliet di suatu pesta. Mereka ketemu di akuarium gitu (eh, beneran gini, ya adegannya. Udah lupa.). Itulah versi Love at The First Sight yang beredar di toko bangunan setempat dan telah mendapat label SNI, atau paling enggak itulah yang aku tangkap dari versi Love at The First Sight yang telah beredar selama ini. Ketemu dan langsung jatuh cinta.


Apakah ketemu dan langsung jatuh cinta itu indah? Tentu hal itu tergantung pada setiap orang. Banyak orang yang bilang kalau itu adalah sesuatu banget, so sweet.......... Tapi kalau menurut aku, itu adalah sesuatu yang gak begitu bagus.

Kalau ada orang yang langsung suka sama Kamu waktu pertama kali bertemu, berarti dia cuma menilai fisikmu aja. Bagi beberapa orang, ini dapat membuat Mereka tersinggung.

Lupakan semua yang diajarkan film, bahwa Love at The First Sight itu berarti takdir! Wake up guys..!(Sok Inggris.. sok Inggris! -_-) Itu film! Film itu pintar-pintarnya penulis skenario sama produser doang. Kalaupun ada, sangat jarang terjadi cerita indah tentang Love at The First Sight itu.

Aku sebagai pencinta sejati, (preeeeeeeeeeet, gayamu, Yud!) gak pernah menilai sesorang semata-mata karena fisiknya aja, karena aku pun gak mau dinilai hanya dari fisikku aja (kalau dinilai dari fisik, pasti nilaimu rendah, ya Yud! :D). Seperti yang baru-baru ini aku katakan pada seseorang (prikitiew...!):
“ Gak tau jelasnya, kapan aku mulai suka sama kamu. Karena itu proses akumulasi. Banyak hal yang aku suka pada dirimu”.
Meskipun aku juga mengalaminya, dalam kasusku sama seperti di film 3 Idiots; Tiba-tiba ada lagu mengalun indah, waktu berjalan dengan lebih lambat dan bulan tampak jadi lebih besar saat aku melihat seseorang, aku tetap menolak hipotesis awal tentang Love at The First Sight itu.

Jadi, pesanku adalah mencintailah dengan sesungguhnya, jangan cuma menilai dari fisik aja. Kalaupun kamu memang suka pada pandangan pertama, setidaknya dengan menolak hipotesis awal tentang Love at The First Sight dan dengan beberapa proses kamu bisa lebih yakin dengan orang yang kamu sayangi..

Terima Kasih sudah mengunjungi dan berkomentar. Komentar Anda akan segera ditanggapi. Boleh komentar basa-basi asal masih ada hubungannya dengan isi tulisan... :p
Terus kunjungi iyud89.blogspot.com ya....!
(komentar anonim akan dihapus)

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)